
RedaksiHarian – PIKIRAN RAKYAT – Densus 88 Antiteror Polri mengungkap rekam jejak DE, tersangka dugaan tindak pidana terorisme yang ditangkap di Bekasi Utara pada Senin, 14 Agustus 2023. DE saat ini bekerja di perusahaan BUMN, yakni PT KAI sebagai juru lansir di Stasiun Jakarta Kota.
Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol. Aswin Siregar menjelaskan DE berkiprah di jaringan terorisme sejak 2010. Saat itu, ia bergabung dengan kelompok teroris Mujahiddin Indonesia Barat (MIB) pimpinan WM.
Aswin menyebut dari penelusuran pihaknya, DE merupakan pegawai PT KAI yang lahir pada tahun 1995. Sehingga, saat bergabung menjadi anggota MIB pada tahun 2010, usianya masih 19 tahun.
ADVERTISEMENT
“Tadi seperti saya bilang, terpapar atau keterlibatan dia itu dimulai dari 2010 ketika dia menjadi jamaah di MIB,” kata Aswin dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 15 Agustus 2023.
Baca Juga: KPK: Uang Serangan Fajar yang Dibagikan Politikus Saat Pemilu Berasal dari Hasil Korupsi
Aswin menjelaskan, kelompok MIB saat ini telah bubar setelah pimpinannya WM ditangkap Densus 88. Meski begitu, jemaah kelompok tersebut masih eksis dan menyebar ke kelompok lain, salah satunya adalah DE.
Meski MIB bubar, DE masih aktif melakukan propaganda serta menyebarkan konten-konten jihad dan baiat dengan memanfaatkan ruang media sosial. Pada tahun 2014, DE pertama kali menyatakan baiat kepada Amir Islamic State of Iraq and Syiria ( ISIS ) Abu Al Husain.
Adapun DE, dikatakan Aswin bergabung sebagai pegawai PT KAI pada 2016. Sehingga, ia dipastikan sudah tergabung dengan ISIS sebelum bekerja di Perusahaan BUMN tersebut.
Baca Juga: Fenomena Suara Dentuman Misterius di Sumenep, BMKG Pasuruan Ungkap Hasil Analisis Seismograf
“Mulai dari situ (bergabung ISIS ), melakukan aktivitas-aktivitas, persiapan-persiapan. Jadi, yang bersangkutan melakukan pelatihan, kemudian melakukan pengumpulan peralatan yang dibutuhkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, rekam jejak DE juga terungkap lewat unggahan-unggahan di media sosial. Dia dikenal aktif menyebarkan propaganda aksi terorisme.
Bahkan, kata Aswin, beberapa akun miliknya pernah dilaporkan dan ditutup oleh Facebook dan YouTube. Namun, DE tidak kapok dengan penutupan akun tersebut dan justru membuat akun-akun baru dengan akses pribadi (private).
Sekitar tiga pekan terakhir, ketidaksukaan (ghirah) DE kian memuncak. Dia semakin gencar menyebarkan ajakan atau imbauan untuk melakukan amaliyah (bunuh diri) atau melakukan aksi terorisme. Pesan-pesan tersebut disampaikan tersangka secara private, sehingga polisi saat ini belum bisa mengetahui isi ajakan tersebut.
“Sehingga, pesan-pesan tersebut dilakukan secara private menggunakan timer messege. Sehingga, setelah sampai kepada si penerima, lalu dibuka, dan langsung hilang dari server atau dari jaringan,” jelas Aswin., dikutip pikiran-rakyat.com dari Antara.
Meski begitu, penyidik Densus 88 Antiteror Polri terus mendalami unggahan pesan pribadi yang dikirimkan DE dari akun media sosial miliknya.
Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo mengatakan, apa yang dilakukan Densus 88 akan ditanggapi dengan positif. Mereka menyatakan akan mendukung penuh proses hukum dan siap bekerja sama dengan kepolisian.
” PT KAI mendukung kepolisian maupun aturan-aturan atau proses hukum. Kami juga akan selalu berkoordinasi dengan kepolisian,” ujar Didiek kepada wartawan di Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa, 15 Agustus 2023.
“Kami juga sudah tegaskan dan menginstruksikan kepada masing-masing pimpinan unit harus mengetahui bawahannya langsung,” ujar dia menambahkan.***