RedaksiHarian – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah mengirim tim untuk membantu penanganan kebakaran kapalyang terjadipada Senin (14/8) malam diPelabuhan Jongor, Kota Tegal.

“Sampai pagi iniWali Kota Tegal terus meng-update, tim dari Pemprov Jateng juga sudah kami turunkan ke lapangan. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu,” kataGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowodi Semarang, Selasa.

Gubernur sudah memintaWali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono untuk mendata pemilik kapal yang terdampak kebakaran diPelabuhan Jongor.

“Saya juga minta Wali Kota Tegal untuk mendata, termasuk mengecek apakah kapal yang terbakar itu diasuransikan. Kalau tidak, kita berikan bantuan,” katanya.

Ganjar mengemukakan perlunya evaluasi pengelolaan pelabuhan setelah kebakaran beberapa kali terjadi di lingkungan pelabuhan di wilayah Jawa Tengah.

“Di beberapa pelabuhan kita memang kalau tidak kita atur model parkir kapalnya, potensi semacam ini akan terjadi. Maka kita minta para pengelola pelabuhan untuk mengatur sehingga kalau terjadi musibah bisa diantisipasi,” katanya.

Polisi masih menyelidiki penyebab terbakarnya kapal-kapal nelayan yang sandar di Pelabuhan Jongor di Kota Tegal pada Senin (14/8) malam.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol SatakeBayu Setianto, ada setidaknya 30 kapal yang pada Senin malam (14/8) terbakar di Pelabuhan Jongor.