
RedaksiHarian – Polisi menyatakan insiden penusukan brutal di Korea Selatan yang terjadi pada 3 Agustus 2023 lalu merupakan kejahatan luar biasa. Saat ini pelaku, Choi Won Jong (23), telah dikirim ke kejaksaan untuk penyelidikan dan dakwaan lebih lanjut.
Saat pelaku digiring ke mobil menuju kejaksaan, Choi Won Jong menyampaikan permintaan maaf di hadapan awak media. Pelaku meminta maaf kepada para korban dan merasa menyesal melakukan penyerangan tersebut.
“Saya berharap para korban di rumah sakit segera sembuh, dan saya ingin menyampaikan belasungkawa kepada para korban yang meninggal, dan saya turut berduka untuk keluarga korban yang berduka,” kata Choi Won Jong pada Kamis, 10 Agustus 2023.
ADVERTISEMENT
Meski meminta maaf kepada para korban, pelaku tetap merasa tak bersalah karena berdalih melakukan perlindungan diri. Choi merasa selalu dikuntit sekelompok orang yang memberi ancaman padanya.
“Saya telah dikuntit oleh sekelompok orang selama beberapa tahun, dan saya juga diintimidasi pada hari kejadian itu terjadi,” ujar Choi.
“Saya melakukan kejahatan untuk membuat keberadaan sekelompok penguntit diketahui dunia dengan membunuh beberapa orang dalam kelompok itu yang mencoba menyerang saya,” tuturnya menambahkan.
Polisi menyebutkan pernyataan dari pelaku merupakan delusi yang diderita karena kepribadian Skizoid. Bahkan pelaku tak melakukan perawatan medis selama tiga tahun.
Sebanyak 14 orang menjadi korban dari insiden penabrakan di trotoar kawasan Seongnam, Provinsi Gyeonggi, Korea Selatan dan di kawasan Stasiun Seohyeon, di Jalur Bundang. Satu korban dinyatakan meninggal dunia.
Setelah insiden penusukan yang dilakukan Choi viral dan jari sorotan dunia, banyak teror serupa yang terjadi di media sosial, dan di lingkungan ramai. Teror tersebut juga berisi ancaman akan ada penikaman serupa terjadi di Seoul.
Per 5 Agustus 2023 lalu, polisi sudah menangkap tiga orang tidak dikenal (OTK) ditangkap dalam teror tersebut. Satu orang OTK adalah pria berusia 20an, dan menyebar teror online, dan mengancam akan membunuh semua orang di Stasiun Wangsimi, Seoul.
Tersangka kedua merupakan seorang yang berada di bawah umur, yang telah mengancam akan membunuh lima orang di pintu masuk sebuah sekolah. Tersangka ketiga adalah seorang pria berusia 20an yang menyatakan akan mengacungkan pisau di Stasiun Hanti, Seoul.
Masyarakat merasa khawatir dengan adanya ancaman tersebut. Bahkan tak sedikit yang merasa keluar dari rumah.***