RedaksiHarian – Bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan mengatakan telah menerima 5 nama rekomendasi nama bakal calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampinginnya di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 nanti.

Adapun kelima nama tersebut merupakan rekomendasi dari para kiai Nahdlatul Ulama (NU). Anies mengatakan ia menerima nama-nama tersebut saat berkunjung ke Pondok Pesantren At-Tauhid Surabaya.

“Ya, tadi siang saya menerima rekomendasi nama yang disampaikan oleh para kiai di Surabaya. Kemudian saya terima itu, saya sampaikan terima kasih bahwa sudah ikut memikirkan, sudah ikut melihat nama-nama yang bisa berjuang bersama,” ujarnya usai acara peluncuran buku “Tetralogi Transformasi AHY ” di Djakarta Theater di Jakarta Pusat, Kamis 10 Agustus 2023 malam.

ADVERTISEMENT

Anies Baswedan memberi kode baru perihal pasangan pendampingnya di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Dia mengatakan ada kemungkinan cawapres KPP berasal dari Jawa Timur (Jatim).

“Untuk cawapres bisa jadi dari Jawa Timur. Kita lihat nanti sambil jalan,” kata Anies usai mengunjungi Ponpes Riyatul Husnan Wringin Bondowoso, Rabu, 9 Agustus 2023.

“Nanti pada waktunya kita umumkan,” katanya lagi.

Di sisi lain, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY ) tidak setuju apabila bakal calon wakil presiden (cawapres) pendamping Anies Baswedan harus berasal dari Jawa Tengah (Jateng) atau Jawa Timur (Jatim).

“Karena yang kita hadapi adalah pemilihan presiden untuk Indonesia, bukan untuk satu atau dua provinsi,” ujarnya usai peluncuran buku Tetralogi Transformasi AHY .

Menurut dia, pesta demokrasi lima tahun sekali itu untuk mencari pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) dari seluruh Indonesia.

Kendati demikian, AHY tak memungkiri Jateng dan Jatim merupakan dua di antara tiga provinsi dengan jumlah pemilih terbanyak.***