RedaksiHarian – Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Tgk Faisal Ali mengajak para pengusaha setempat untuk membayar zakat dan infak melalui Baitul Mal agar dapat digunakan meningkatkan kesejahteraan keluarga kurang mampu.

Tgk Faisal Ali juga berpesan agar program-program Baitul Mal dapat selalu hadir dalam mengatasi persoalan di tengah masyarakat, sekaligus untuk menjaga kepercayaan para pembayar zakat atau muzakki.

“Baitul Mal diharapkan menjadi yang pertama dalam membantu,” katanya di sela-sela menyerahkan infak ke Baitul Mal Aceh di Banda Aceh, Senin.

Menurut Tgk Faisal Ali, ajakan untuk berzakat dan berinfak ke Baitul Mal bukan hanya karena qanun atau peraturan daerah yang mewajibkan semua orang yang telah sampai nisab, untuk berzakat di Baitul Mal, tetapi juga karena sudah banyak masyarakat merasakan programBaitul Mal Aceh maupun Baitul Mal kabupaten/kota di seluruh Tanah Rencong.

Sementara itu, Anggota Badan Baitul Mal Aceh Abdul Rani menyambut positif ajakan KetuaMPU Aceh itu. Ia berharap kepercayaan masyarakat semakin meningkat dengan dukungan MPU untuk Baitul Mal se-Aceh.

Baitul Mal menyediakan kanal membayar zakat atau infak melalui QRIS serta kartu di mesin EDC. Selain itu, masyarakat juga dapat berzakat melalui transfer ke rekening zakat atau infak Baitul Mal Aceh.

“Berbagai kanal penyetoran zakat dan infak kami sediakan untuk memudahkan masyarakat berzakat dan berinfak melalui Baitul Mal,” katanya.

Abdul Rani berharap, hadirnya jajaran MPU ke Baitul Mal juga dapat memotivasi lebih banyak masyarakat untuk berzakat dan berinfak melalui Baitul Mal. Saat ini pendapatan zakat dan infak Baitul Mal masih bersumber dari aparatur sipil negara (ASN).

“Kita berharap dapat meningkatkan pendapatan zakat dari non ASN,” ujarnya.

Baitul Acehtelah mustahik

mustahik BMA Baitul Mukhlis Sya’ya Menurut dia, zakat tersebut telah disalurkan kepada beberapa senif, di antaranya untuk senif fakir sebanyak Rp2,5 miliar, senif miskin Rp21,2 miliar, senif amil Rp419,5 juta dan senif muallaf Rp709 juta.

“Kemudian untuk senif gharimin Rp709 juta, fisabilillah Rp257,6 juta dan Ibnu Sabil Rp1,5 miliar,” ujarnya.