
RedaksiHarian – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)melakukan edukasi mengenai program percepatan penurunan stunting kepada keluargayang tinggal di pesisirKabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.
“Dalam bidang Keluarga Berencana, terdapat jumlah peserta KB Aktif di Desa Marimabati sampai Desember 2022 sebanyak 62,05 persen dari total Pasangan Usia Subur (PUS) sebanyak 80 orang, dengan kualitas penggunaan kontrasepsi masih didominasi kontrasepsi jangka pendek,” kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara Nuryamin dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.
Ketika menghadiri tinjauan Kampung KB Martas Desa Marimabati, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, pada Selasa (11/7), Nuryamin menuturkan edukasi program percepatan penurunan stuntingitusebagai pemberdayaan kelompok masyarakat.
Langkah ini diambil setelah mendapati hasil dalam Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 yang menunjukkan angka prevalensi stunting di Halmahera Barat mencapai 23,9 persen dan penggunaan alat kontrasepsi di daerah itu juga masih rendah.
“Bandingkan dengan penggunaan kontrasepsi jangka panjang yang hanya 24 orang atau 18,65 persen dari total peserta KB aktif 80 orang,” ujarnya.
Kemudian berdasarkan hasil pemutakhiran Pendataan Keluarga tahun 2021, jumlah penduduk Desa Marimabati sebanyak 380 jiwa, terdiri atas 191 laki-laki dan 189perempuan. Adapun jumlah kepala keluarga (KK) yakni 129 KK yang jika dirinci berdasarkan tingkat kesejahteraannya, yakni pra-sejahtera 10 KK, Keluarga Sejahtera I 50 KK, dan Keluarga Sejahtera II 69 KK.
“Mata pencaharian warga Desa Marimabati, Kecamatan Jailolo adalah nelayan dan petani,” katanya.
Oleh karena itu, pemerintah setempat bersama BKKBN mengedukasi penduduk mengenai percepatan penurunanstunting melalui beberapa program di antaranya pemberdayaan keluarga yang bertujuan meningkatkan ketahanan keluarga dan mewujudkan keluarga berkualitas melalui Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), dan Bina Kelurga Lansia (BKL).
Selain itu,juga ada kegiatan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA), pembinaan keluarga Pasangan Usia Subur (PUS), Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja, serta kelompok kegiatan lainnya.
“Kampung KB Martas Desa Marimabati dibentuk melalui dukungan Dinas Pariwisata dengan program Eco-Edu Wisata. Bisa kita kembangkan sebagai intervensi dan inovasi untuk mendukung skenario titik lokus percepatan penurunan stunting di Kabupaten Halmahera Barat, sekaligus menjadi wadah pemberdayaan dan pembangunan masyarakat,” ujar Nuryamin.