RedaksiHarian – Korea Utara bakal menyampaikan sebuah pernyataan yang langka terjadi, dalam pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Kamis yang dimintakan digelar setelah Pyongyangmeluncurkan rudal balistik antarbenua (ICBM).

Korea Utara diminta berbicara dalam sidang badan yang beranggotakan 15 negara anggota itu. Inggris yang menjadi presiden Dewan Keamanan untuk Juli, berniat mengabulkan permohonan tersebut, kata Mungo Woodifield, juru bicara misi Inggris di New York.

Sidang Dewan Keamanan tersebut diminta oleh Amerika Serikat, Albania, Prancis, Jepang, Malta dan Inggris.

Korea Utaraberada dalam sanksi PBB akibat program rudal dan nuklirnya sejak 2006. Sanksi ini termasuk larangan mengembangkan rudal balistik.

Korea Utara pada Rabu menguji ICBM Hwasong-18 terbarunya yang disebut-sebut sebagai inti dari kekuatan serangan nuklirnyadan sebagai peringatan bagi Amerika Serikat dan musuh-musuhnya yang lain.

Hwasong-18 adalah ICBM pertama Korea Utarayang menggunakan propelan padat yang membuat rudal ini digelarkanlebih cepat selama perang. Rudal tersebut pertama kali diterbangkan pada April.

Sumber: Reuters