RedaksiHarian – Kapolres Metro Depok Kombes Pol Ahmad Fuady meninjau langsung kondisi TPA Cipayung yang sudah kelebihan kapasitas (overload) sehingga menyebabkan pengangkutan sampah warga menjadi terhambat.

“Kita lihat beberapa waktu lalu ada viral tentang penanganan sampah, kita langsung lihat kondisinya di TPA Cipayung ini. Memang kondisinya sudah sangat overload sehingga untuk menangani permasalahan sampah yang ada di Kota Depok ini memang perlu waktu,” kata Kapolresusai melakukan aksi bersih-bersih di TPA Cipayung, Kamis.

Ahmad Fuady menambahkan kondisi TPA Cipayungyangoverload ini berdampak pada antrean kendaraan pembuang sampah sehingga ada keterlambatan pengangkutan sampah di wilayah Depok.

Setelah memantau kondisi TPA Cipayung sambung Ahmad Fuady mulai masuk ke area TPA Cipayung membutuhkan waktu sekitar lebih dari delapan jam.

“Kita lihat antrean kendaraan untuk membuang dan sampah itu dikelola dengan baik, itu butuh waktu, karena dari mulai masuk kendaraan sampah sampai TPA Cipayung butuh waktu kurang lebih sekitar 10 jam atau lebih dari 8 jam dan ini perlu menjadi penanganan dari kita,” kata Ahmad Fuady.

Ahmad Fuady menambahkan para sopir pengangkut sampah ada yang menginap karena jam operasional mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB.

“Jam operasional sampai jam 5 sore, dan pagi dibuka jam 7 Kalau sudah masuk lewat jam 3, 4, dan 5 mereka menginap karena datangnya sore,” ungkap Ahmad Fuady.

Ahmad Fuady mengatakan untuk mendukung pemerintah kota, Polres Metro Depok berserta jajaran melaksanakan kegiatan bersih-bersih di beberapa titik di Kota Depok yaitu area TPA Cipayung, Pasar Cisalak, dan Jalan Margonda.

“Mudah-mudahan ke depan akan terus kita laksanakan dalam rangka mewujudkan Kota Depok yang bersih, terbebas dari sampah,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala DLHK Depok Abdul Rahman menambahkan kondisi TPA Cipayung sudah mengalami kelebihan kapasitas sampah sehingga dampaknya mengalami keterlambatan pengangkutan sampah.

“Kapolres mengunjungi TPA Cipayung untuk mengetahui akar masalah yang terjadi adanya kelambatan pengangkut sampah dapat melihat langsung (kondisi TPA Cipayung) dan upaya-upaya kita yang dilakukan tentu sistematis dan bertahap,” ungkap Abdul Rahman.

Pria yang akrab disapa Abra berharap masyarakat Kota Depok minimal melakukan pemilahan sampah di lingkungan masing-masing.

Kota Depok kini sudah memiliki unit pengolahan sampah yang tersebar untuk mengolah sampah organik.

“Persoalan sampah di Depok membutuhkan banyak tangan. Semua peran warga Depok. Kami apresiasi lagi ke Polres Metro Depok yang melihat dan memahami menyangkut permasalahan sosial,” ungkapnya.

​​​​​​