RedaksiHarian – Penjabat Gubernur DKI Jakarta, HeruBudi Hartonomeminta Dinas Lingkungan Hidup menjalankan dengan baik program pengolahan sampah menjadi bahan bakar (refusederivedfuel/ RDF)terutama terkait hubungannya dengan mitra.

“Saya minta bisa berjalan baik.Kemarin kita melepas hasilnya, hari ini saya lihat langsung dan digunakan mitraIndocement,” kata Herudi Jakarta, Selasa, ketikameninjau hasil olahan sampah RDFyang akan digunakan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk sebagai bahan bakar.

Pada kesempatan tersebut, Heru memastikan hasil olahan dari Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang itu dapat diaplikasikan secara tepat.”Indocement membeli hasilnya, yang saya sampaikan kemarin minimal 24 dolar AStergantung dari nilai kalorinya,” ucapHeruyang didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta Asep Kuswanto.

Asep menuturkanPT Indocement membutuhkan sekitar 2.500-3.000 ton RDF per hari. Melihat besarnya permintaan,Asep optimistisdapat mengatasi persoalan sampah di Jakarta.”Kami dari Dinas LH masih sangat optimis untuk terus dapat melanjutkan beberapa proyek RDF ke depan. Pengiriman RDF dari Bantargebang dilakukan setiap hari. Hari ini dikirim sepuluh truk,” ujar Asep.Direktur PTIndocement Tunggal PrakarsaTbk,Christian Kartawijaya mengatakanpenggunaan RDF sebagai salah satu bahan bakar alternatif masih digunakan juga di luar negeri.”Ini bukan proyek mimpi, kata Pak Gubernur DKI Jakarta ini bisa dibuktikan, dan ini proyek yang nyata. Ini juga sudah dilakukan di Eropa dan Turki, dan masih banyak negara lainnya yang menggunakan untuk memecahkan masalah sampah, zero waste dengan investasi yang jauh lebih murah dibandingkan dengan metode lain,” jelas Asep.