RedaksiHarian – Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyatakan keinginannya agar Swedia dapat sesegera mungkinbergabung dengan NATOsaat menelepon Presiden Turki Tayyip Erdogan guna mendiskusikan lamaran Swedia menjadi anggota aliansi pertahanan tersebut, kata Gedung Putih pada Minggu (9/7).

Turki, bersama Hongaria, menghambat lamaran Swedia menjadi anggota NATOyang memang diharuskan mendapatkan persetujuan dari seluruh negara anggota NATO.

Erdogan berkata kepada Biden bahwa Swedia sudahmenuju arah yang benar seperti diinginkan Turki sebelum bisa menjadi anggota NATO. Erdoganmerujuk undang-undang antiterorisme yang dibuat Swedia,

Namun, menurut direktorat komunikasi kepresidenan Turki pada Minggu, Erdogan menyatakan pula bahwa langkah-langkah ini tidak cukup karena para pendukung Partai Pekerja Kurdistan (PKK) terus-menerus menggelar unjuk rasa di Swedia.

Gedung Putih menyatakan Biden “menyampaikan keinginannya menyambut Swedia masuk NATO sesegera mungkin”.

Kedua pemimpin sepakat bertemu secara di Vilnius, Lithuania, dalam KTT NATO guna membahas hubungan bilateral dan isu regional secara mendetil, kata direktorat komunikasi kepresidenan Turki.

Pada Kamis, Swedia gagal meyakinkan Turki agar mencabut penghalangnya untuk langkah Swedia menjadi anggotaNATO dalam tingkat pertemuan setingkat menteri luar negeri, karena Ankara menghendaki Swedia mengambil langkah lebih banyak lagi dalam memerangi terorisme.

Sekjen NATO Jens Stoltenberg menyatakan akan mempertemukan Erdogan dengan Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson di Vilnius pada Senin.

Swedia dan Finlandia tahun lalu mengajukan diri menjadi anggota NATOsehingga meninggalkan kebijakan militernetral yang mereka terapkan selama puluhan tahun. Langkah itu mereka tempuh sebagai jawaban atas invasi Rusia di Ukraina.

Jika pada April lalu Finlandia sudah mendapatkan lampu hijau menjadi anggota NATO, maka Swedia malah belum disetujui oleh Turki dan Hungaria.

Stockholm berupaya mengikuti KTT NATOdi Vilniusnanti.

Dalamperbincangan via telepon itu, Biden dan Erdogan juga membahas pengiriman jet tempur F-16 ke Turki, dan harapan Ukraina bergabung dalam NATO.

Sumber: Reuters