RedaksiHarian – Agensi dari grup idola pria ATEEZ, KQ Entertainment dan MBC “Idol Radio”, telah merilis permintaan maaf resmi setelah kontroversi lagu “Curry” milik Norazo yang sempat dinyanyikan oleh beberapa anggota ATEEZ.

Soompipada Minggu menyiarkan perihal kontroversi tersebut dimulai saat program “Idol Radio” di kanal MBC merilis video di balik layar dari siaran radio yang dibintangi ATEEZ. Dalam video tersebut, San dan Yunho ATEEZ ditampilkan sedang menyanyikan lagu kontroversial Norazo berjudul “Curry.” Setelah perilisan video tersebut, baik pihak KQ Entertainment dan MBC “Idol Radio” meminta maaf.

“Artis tidak memiliki niat khusus dengan tindakan mereka dalam adegan yang dimaksud tetapi tanpa sadar menyakiti banyak penggemar. Kami ingin menyampaikan permintaan maaf kami yang tulus kepada para penggemar yang telah merasakan ketidaknyamanan dan kekecewaan seperti itu,” tulis KQ Entertainment.

Mereka pun berjanji akan membangun sistem manajemen yang lebih mendidik dan mencegah terulangnya tindakan tersebut. Mereka juga berharap kejadian tersebut tidak terulang kembali dan membuat penggemar khawatir.

Sementara itu, dalam keterangan terpisah, pihak MBC “Idol Radio” turut memberikan permintaan maafnya kepada publik.

“Halo, ini adalah ‘Idol Radio.’ Dalam video di balik layar ‘Idol Radio’ yang dirilis pada 8 Juli, ada adegan yang menampilkan lagu ‘Curry.’ Kami mohon maaf karena menyebabkan ketidaknyamanan bagi pemirsa di seluruh dunia melalui adegan yang menampilkan lagu yang relevan,” tulis MBC “Idol Radio.”

Dalam keterangan tersebut, pihaknya juga merasa bertanggung jawab atas kesalahan tersebut dan berjanji agar permasalahan serupa tidak terjadi lagi. Mereka juga akan meningkatkan kualitas konten mereka untuk membalas dukungan dari publik dan penggemar ATEEZ.

Adapun lagu “Curry” dari Norazo sudah dirilis sejak lama (2010) dan dinilai sangat kontroversial. Bukan tanpa sebab, mulai dari lirik, koreografi, hingga video musiknya dinilai memberi stigma negatif terhadap orang Asia Selatan. Oleh sebab itu, jika ada selebriti yang menyanyikan lagu tersebut, mereka akan dikritik keras oleh publik karena stigma rasisme di dalamnya.