RedaksiHarian – Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Brawijaya meminta alumni perguruan tinggi tersebut ikut membantu menyukseskan program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) di sejumlah daerah di Jawa Timur pada 2023.

“Peran aktif alumni ikut menyukseskan program baik ini penting terutama di daerah yang menjadi sasaran program,” kata Sekretaris Informasi dan Publikasi Nasional IKA Brawijaya Eric Hermawan di Bangkalan, Jawa Timur, Sabtu.

Pada 2023, Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur, mencanangkan program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) dan menyasar 1.000 desa dari total 8.496 desa/kelurahan yang tersebar di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Ericmenjelaskan program MMDmerupakan salah satu kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan perguruan tinggi melalui peran aktif mahasiswa dalam berkontribusi secara nyata guna memperkuat kapasitas sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat.

Peserta program MMD tidak hanya sekadar melakukan visitasi, namun juga akan terlibat dalam beragam aktivitas pengabdian di lapangan seperti penyuluhan, pelatihan, pemberdayaan masyarakat, dan kegiatan lain yang bertujuan untuk memberikan manfaat bagi pembangunan desa.

“Program tersebut juga dapat menjadi studi kasus bagi setiap mahasiswa yang terlibat. Mereka akan berinteraksi menjadi bagian dari solusi permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat daerah, seperti masalah kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan teknologi,” katanya.

Sebanyak 14 ribu mahasiswa dari berbagai program studi diterjunkan untuk mengikuti program MMD dan mereka merupakan mahasiswa yang sudah menempuh semester 4 Program Sarjana/Diploma 4 atau Angkatan 2021.

Pemberangkatan dilakukan dalam lima gelombang, yakni pada 30 Juni hingga 4 Juli 2023 dan diikuti sebanyak 215 kelompok mahasiswa bersama dosen pendamping lapang (DPL).

Eric mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pengurus IKA di berbagai daerah sasaran program MMD itu untuk proaktif membantu dan mengkoordinasikan dengan pihak-pihak terkait, sehingga membuahkan hasil yang memuaskan bagi semua pihak.

“Memang program MMD ini murni dari kampus, tetapi alumni juga berkepentingan agar hasil dari program yang dijalankan adik-adik di lapangan lebih maksimal, bermanfaat bagi masyarakat dan kemajuan pembangunan desa,” katanya.

Khusus di daerah tertentu seperti Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep di Pulau Madura, Eric meminta mahasiswa melakukan pendekatan kepada masyarakat tidak hanya secara struktural, tetapi juga secara kultural.

“Ini penting kami sampaikan, karena masyarakat di Maduradikenal sebagai masyarakat agamis yang menjunjung etika moral,” kata alumnus Universitas Brawijayaasal Bangkalan, Jawa Timur, itu.

Di Madura, kata dia, jumlah desa yang menjadi sasaran program MMD itu sebanyak 27 desa tersebar di Kabupaten Bangkalan 8 desa, Pamekasan 6 desa, Sampang 8 desa, dan Sumenep 5 desa dengan total jumlah mahasiswa sebanyak 378 orang.