
RedaksiHarian – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran di Provinsi Jawa Barat sudah menurunkan personel untuk menangani dampak banjir yang hingga Jumat (7/7) malam masih menggenangi beberapa bagian wilayah Pangandaran.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menyampaikan, Tim Reaksi Cepat BPBD Pangandaran telah berada di lokasi banjir untuk melakukan asesmen serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan guna menangani dampak banjir.
“Para personel BPBD, dinas terkait, dan warga juga bergotong royong untuk membersihkan sampah yang terbawa banjir maupun material longsoran,” katanya sebagaimana dikutip dalam siaran pers BNPB di Jakarta, Sabtu.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga mewaspadai ancaman bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan tanah longsor saat hujan deras turun dalam waktu lama.
“Apabila harus evakuasi, pastikan langkah-langkah aman saat melakukannya, seperti rute evakuasi atau proses evakuasi yang tepat dengan bantuan petugas,” kata Abdul.
BPBD menyampaikan bahwa hujan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang yang terjadi sejak Kamis (6/7) menyebabkan banjir dan tanah longsor di bagian wilayah Pangandaran.
BPBD Kabupaten Pangandaran melaporkan, banjir masih menggenangi daerah Karangnangka, Sukasari,serta Bojongdi wilayah Kecamatan Parigi.
Wilayah Desa Cikalongdi Kecamatan Sidamulihserta Desa Pananjungdi Kecamatan Pangandaran juga masih tergenang.
Sebanyak 253 keluarga yang terdiri atas 759 jiwa di daerah yang terdampak banjir dilaporkan masih memilih bertahan di rumah.
Pusat Pengendalian Operasi BPBD Kabupaten Pangandaran melaporkan, banjir menyebabkan bagian jalan dari Desa Karangkamiri menuju ke Kecamatan Langkaplancaramblas dan tinggi muka airnya mencapai 50 cm sehingga kendaraan susah melintas.
Selain itu, tanah longsor menyebabkan kerusakan bangunandi Desa Karangjaladri, Cibenda, dan Bojongdi Kecamatan Parigi serta Desa Bagolodi Kecamatan Kalipucang.
Menurut data BPBD, bencana banjir dan tanah longsor berdampak pada sedikitnya 372 keluarga atau 1.027 jiwa di Kabupaten Pangandaran.
BPBD Kabupaten Pangandaran menyampaikan bahwa bencana alam menyebabkan setidaknya empat rumah rusak, tetapi tidak sampai menimbulkan korban jiwa.