
RedaksiHarian – Pemerintah Kota Jakarta Barat memacu
pembangunan mandi, cuci dan kakus (MCK) komunal di wilayah kelurahan yang padat penduduk guna menekan angka stuntingatau tengkes di wilayah tersebut.
“Saat ini angka kasus stunting di Jakarta Barat berdasarkan hasil surveistatus gizi Indonesia tahun 2021 terjadi penurunan sebesar 2,4 persen,” ungkap Sekretaris Kota Jakarta Barat, Indra Patrianto usai mengikuti penilaian Kinerja Kabupaten/Kota Delapan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi DKI Jakarta, Kamis.
Menurut dia, hasil pengawasan gizi Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat Elektronik(e-PPBGM) juga terjadi penurunan dari 2,65 persen tahun 2021 menjadi 1,4 persen pada 2022.
Penurunan prevalensi stunting tersebut terjadi di sembilan kelurahan lokus di Jakarta Barat. Yaitu Kapuk, Cengkareng Timur, Kedaung Kaliangke, Wijaya Kusuma, Pinangsia, Jembatan Besi, Angke, Tegal Alur dan Jati Pulo.
“Dari banyak upaya yang dilakukan menekan angka kasus stunting, salah satunya, yaitu ‘Open Defecation Free’ (ODF) atau stop buang air besar sembarangan,” ungkap Indra.
Karena itu, dengan anggaran sekitar Rp50 juta tiap kelurahan yang dikucurkan dari APBN, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barattahun 2023 berupaya memperbanyak pembangunan MCK komunal di wilayah kelurahan yang padat penduduk.
Namun anggaran sekitar Rp50 juta tiap kelurahan tersebut tidak diharuskan untuk pembangunan MCK komunal meski diprioritaskanke pembangunan MKC komunal. “Tapi bisa juga digunakan untuk kegiatan-kegiatan lain untuk menekan angka stunting,” ungkapnya.
Ia melanjutkan, bila anggaran tersebut semuanya digunakan untuk pembangunan MCK komunal, maka bisa untuk membanguntujuh MCK komunal tiap kelurahan.
“Tahun ini untuk wilayah Jakarta Barat akan memperbanyak pembangunan MCK komunal di wilayah kelurahan yang padat penduduk dan hunian hingga kelurahan sehingga warga tidak buang air besar sembarangan lagi,” ungkap dia.
Ia optimis upaya tersebut dapat menekan angka stunting di Jakarta Barat (Jakbar). “Dengan upaya yang kami lakukan, salah satunya memperbanyak pembangunan MCK komunal, maka kami optimis Jakarta Barat dapat menekan angka kasus stunting,” katanya.