
RedaksiHarian – 55 orang saksi dan ahli dalam kasus Rocky Gerung telah diperiksa. Penyidik Dittipidum Bareskrim Polri turut mengungkap rencana untuk melakukan pemeriksaan terhadap pelaku.
Diketahui, Rocky Gerung terseret kasus ujaran kebencian setelah pernyataannya yang dinilai menghina Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) viral di internet. Riak-riak hingga gelombang protes untuk Rocky mengemuka. Buntutnya, Rocky dilaporkan ke polisi oleh banyak pihak.
Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro mengonfirmasi, pihaknya telah memeriksa saksi dan ahli dalam kasus ini. Namun demikian Djuhandhani tidak membeberkan lebih jauh siapa saja pihak yang terlibat sebagai saksi dan ahli itu.“Saat ini sudah ada 50 saksi yang kita periksa, kemudian 5 ahli yang sudah kita periksa,” ujar Djuhandhani, di Mabes Polri, Rabu, 16 Agustus 2023.
ADVERTISEMENT
Djuhandhani melanjutkan, proses pemeriksaan hingga saat ini terus bergulir. Berikutnya, ia mengungkap rencana pemeriksaan terhadap Rocky Gerung sebagai terlapor dalam kasus bersangkutan.
“Untuk rencana pemeriksaan terhadap RG, sementara kita masih menunggu hasil pemeriksaan-pemeriksaan lainnya,” ucapnya.
“Tentu saja melaksanakan pemeriksaan-pemeriksaan pendahuluan atau berupa untuk upaya penyelidikan,” kata dia lagi.
Djuhandhani memastikan akan mengusut kasus Rocky Gerung dengan profesional dan transparan. Terutama mengingat laporan bukan hanya muncul dari satu dua orang.
“Tentu saja ini langkah-langkah proses penyelidikan harus kita patuhi sesuai dengan aturan yang berlaku,” tuturnya.
Pernyataan Rocky Gerung yang dinilai menghina Jokowi telah tersebar salah satunya lewat akun Twitter Denny Siregar, diunggah pada 30 Juli 2023.
“Begitu Jokowi kehilangan kekuasaannya, dia jadi rakyat biasa, nggak ada yang peduli nanti. Tetapi, ambisi Jokowi adalah mempertahankan legasinya. Dia mesti pergi ke China buat nawarin IKN. Dia mesti mondar-mandir dari satu koalisi ke koalisi yang lain untuk mencari kejelasan nasibnya. Dia memikirkan nasibnya sendiri. Dia nggak mikirin nasib kita.
Itu b******* yang t****. Kalau dia b******* pintar, dia mau terima berdebat dengan Jumhur Hidayat. Tapi b******* t**** itu sekaligus b******* yang pengecut. Ajaib, b******* tapi pengecut,” demikian isi pernyataan diduga penghinaan yang telah Pikiran-Rakyat.com sensor di beberapa kata.
Selain diduga melakukan dugaan penghinaan Presiden, relawan Jokowi juga melaporkan Rocky Gerung soal dugaan provokasi. Rocky dituduh telah mengajak masyarakat untuk menggelar aksi pada 10 Agustus 2023 mendatang, sebagaimana aksi massa di tahun 1998. ****