
RedaksiHarian – Tiga penumpang yang hilang dalam tragedi tenggelamnya Kapal Motor (KM) Dewi Noor 1 di Perairan Kepulauan Seribu dilaporkan masih dalam proses pencarian hingga Minggu, 20 Agustus 2023.
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) lewat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) mengerahkan tim untuk membantu upaya pencarian korban sekaligus evakuasi KM Dewi Noor 1 di sekitar tempat kejadian perkara.
“KPLP telah secara cepat merespons situasi ini dengan mengirim tim evakuasi dan SAR ke lokasi kejadian,” katanya.
ADVERTISEMENT
KPLP berkomitmen akan membantu menemukan korban hilang dan terus memberi update terkait proses pencarian ini, dan dibarengi kerja sama dengan pihak berwenang.
“Kami terus berupaya untuk menemukan ketiga korban yang belum ditemukan. Kapal KPLP masih melanjutkan pencarian di sekitar lokasi kejadian. Kami akan terus memberikan informasi terbaru mengenai perkembangan situasi ini. Kami berterima kasih atas perhatian dan kerjasamanya dalam upaya penyelamatan dan pencarian korban ini,” katanya.
KM Dewi Noor 1 bertolak dari Pantai Mutiara menuju Pulau Sepa di Kepulauan Seribu Utara pukul 01.00 WIB.
Sekitar pukul 03.30 WIB mengalami kebocoran mesin pada bagian belakang kapal saat tengah berlayar di titik koordinat 5°54’371″ S – 106°42’100″E, tepatnya di antara timur Pulau Untung Jawa dan Pulau Pari.
Kebocoran mesin bagian belakang disebut membuat badan kapal perlahan masuk ke dalam air dan membuat para penumpang berhamburan.
Korban berusaha menyelamatkan diri dengan keluar dari kapal .
Beruntung, kejadian itu disaksikan oleh awak kapal tunda (tugboat) Mitra Jaya 21 yang sedang melintas di perairan yang sama.
Awak kapal dan penumpang pun bisa langsung dievakuasi ke dermaga Pondok Duyung.
“Dan satu yang meninggal dan satu sakit itu dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati. Jadi yang sepuluh orang masih berada di Baharkam Polairud,” kata Agung.
Agung mengatakan pihaknya belum bisa memastikan penyebab kebocoran mesin kapal tersebut.
Saat ini penyelidikan lebih lanjut sedang ditangani oleh petugas Subdirektorat Penegakan Hukum Direktorat Kepolisian Perairan Korps Kepolisian Perairan dan Udara Badan Pemeliharaan Keamanan Polri.
Kepala Seksi Operasi Basarnas menyebut, korban tewas berinisial A (47), sementara satu penumpang berinisial J dikabarkan sakit dan dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur.
Dari 15 penumpang, 10 orang dinyatakan selamat dan dibawa ke Baharkam Polairud di Pondok Dayung untuk dievakuasi.
“Petugas menemukan 12 orang, di antaranya satu orang meninggal dunia dan satu sakit serta sepuluh orang selamat. Terus yang 12 orang dibawa ke Baharkam Polairud di Pondok Dayung bilang ada tiga orang penumpang lagi yang masih belum ditemukan karena jumlah penumpang sebetulnya 15 orang,” kata Agung.***