redaksiharian.com, Jakarta – Selama 17 tahun beroperasi, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) mencatat total komitmen pembiayaan untuk proyek infrastruktur mencapai Rp275 triliun. Dari dukungan tersebut, nilai keseluruhan proyek yang terlibat tercatat mencapai Rp1.183 triliun.

Direktur Utama SMI, Reynaldi Hermansjah, menyampaikan bahwa pembiayaan ini memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian. Salah satunya adalah terciptanya sekitar 10,9 juta lapangan kerja serta kontribusi sebesar 0,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Dalam sambutannya pada acara simposium SMI di Hotel AYANA Midplaza, ia menekankan bahwa investasi di sektor infrastruktur berkualitas mampu meningkatkan efisiensi ekonomi. Hal ini mencakup penurunan biaya logistik, peningkatan produktivitas, kelancaran distribusi barang dan jasa, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

Temuan dari SMI Institute juga menunjukkan bahwa sektor-sektor yang didukung pembiayaan SMI memiliki efek pengganda (multiplier effect) yang melampaui rata-rata nasional.

Dari sisi wilayah, dampak ekonomi terbesar terlihat di Pulau Jawa dengan kontribusi sekitar 29 persen terhadap PDRB per kapita. Disusul oleh Sumatra sebesar 21,9 persen dan Kalimantan sebesar 20,2 persen. Sementara itu, wilayah Maluku dan Papua mencatat kontribusi 16 persen, Sulawesi 7,4 persen, serta Bali dan Nusa Tenggara sebesar 5,5 persen terhadap PDRB per kapita.

Mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025-2029, kebutuhan investasi infrastruktur diperkirakan mencapai US$625,37 miliar demi mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Namun demikian, kapasitas pendanaan dari pemerintah pusat dan daerah masih terbatas. Anggaran dari APBN diperkirakan hanya mencapai US$143,84 miliar, sementara APBD sekitar US$104,31 miliar. Dengan demikian, terdapat kekurangan pembiayaan atau gap sebesar US$377,2 miliar.

Reynaldi menilai kondisi ini menunjukkan bahwa pembiayaan publik konvensional tidak lagi mencukupi. Ia menegaskan pentingnya terobosan melalui kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta, serta dukungan lembaga pembiayaan untuk menghadirkan skema yang lebih inovatif.

Dalam hal ini, SMI berperan sebagai lembaga pembiayaan pembangunan (development financial institution) yang menjembatani kesenjangan pendanaan sekaligus mendorong solusi pembiayaan infrastruktur yang lebih kreatif dan berkelanjutan.