redaksiharian.com, Jakarta – cJumlah wisatawan mancanegara yang memanfaatkan layanan kereta api jarak jauh di Indonesia mencapai 129.105 orang pada kuartal I 2026. Capaian ini menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir dan menunjukkan tren positif pada sektor transportasi perkeretaapian nasional.

Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia, Anne Purba, menyampaikan bahwa meski pertumbuhannya bertahap, angka tersebut menjadi indikator meningkatnya minat wisatawan asing terhadap moda transportasi kereta api di Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2022 jumlah wisatawan asing yang menggunakan kereta api tercatat sebanyak 26.225 orang. Angka ini kemudian meningkat signifikan menjadi 103.722 pada 2023, naik lagi menjadi 121.329 pada 2024, lalu 128.933 pada 2025, hingga akhirnya mencapai 129.105 pada tahun 2026.

Menurut Anne, perjalanan menggunakan kereta api memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan karena memungkinkan mereka menikmati pemandangan dan perubahan lanskap antarwilayah secara langsung selama perjalanan.

Ia menambahkan bahwa peningkatan layanan juga menjadi faktor penting dalam mendorong minat tersebut. Perbaikan mulai dari kenyamanan armada, kemudahan pemesanan tiket, hingga ketepatan waktu perjalanan terus ditingkatkan untuk memberikan pengalaman yang lebih baik bagi penumpang.

PT Kereta Api Indonesia juga terus melakukan evaluasi layanan dengan memperhatikan masukan pelanggan serta menyesuaikan perkembangan teknologi dan kebutuhan perjalanan modern. Dengan semakin luasnya konektivitas antar kota, perjalanan menggunakan kereta kini menjadi lebih mudah diakses oleh berbagai kalangan wisatawan.

Dari sisi titik keberangkatan, aktivitas wisatawan asing masih terpusat di sejumlah stasiun utama. Stasiun Stasiun Gambir menjadi yang paling banyak melayani keberangkatan dengan 20.881 wisatawan.

Disusul oleh Stasiun Stasiun Yogyakarta sebanyak 17.912 penumpang, dan Stasiun Bandung dengan 11.371 wisatawan. Selain itu, Stasiun Pasar Senen mencatat 7.691 penumpang, sementara Stasiun Surabaya Gubeng melayani 6.481 wisatawan.

Stasiun lainnya yang juga mencatat angka signifikan antara lain Semarang Tawang dengan 4.875 wisatawan, Malang 3.516, Surabaya Pasar Turi 3.271, Cirebon 3.138, serta Solo Balapan sebanyak 2.764 wisatawan.

Secara keseluruhan, tren ini menunjukkan semakin meningkatnya ketertarikan wisatawan asing terhadap transportasi kereta api sebagai bagian dari pengalaman perjalanan mereka di Indonesia.