RedaksiHarian – Kasus peredaran senjata api (senpi) ilegal dalam kaitannya dengan terorisme pegawai PT KAI, DE semakin terang. 10 orang kini telah ditangkap dan ditersangkakan oleh Polda Metro Jaya dan Puspom TNI AD.

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Titus Yudho Ully menjelaskan, masih berkaitan dengan jual-beli senpi ilegal , pemalsuan status TNI AD juga menjadi sorotan pihak berwajib.

“10 tersangka. Kasus pemalsuan TNI AD dan penjualan senpi di marketplace,” ujarnya, pada Senin, 21 Agustus 2023.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, berkelindan dengan kasus terorisme DE di Bekasi , Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi menjelaskan duduk perkara. Dari kesepuluh tersangka yang dibekuk, ada satu orang berinisial R yang punya riwayat berkontak dengan DE.

R adalah seorang warga sipil, yang berperan sebagai penyuplai senjata api bagi DE, si karyawan PT KAI yang belakangan menuai atensi, setelah ditangkap Densus 88 Antiteror Polri di Bekasi .

“Inisial R ini dari kalangan sipil, yang juga menjual ke tersangka teroris yang kemarin ada di Bekasi . Itu senjata api pabrikan,” kata Hengki.

Tak bertemu maupun kontak fisik dengan teroris , Hengki menuturkan jika R hanya bertransaksi melalui jual beli market place e-commerce alias online, untuk menjual barangnya pada DE.

Selain itu, Hengki juga menyampaikan informasi bahwa tersangka R merupakan residivis. Ia sempat ditangkap Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan mendekam di penjara karena kasus serupa, yaitu, peredaran senjata api ilegal.

“Perlu kami sampaikan bahwa salah satu tersangka ini residivis. Pada tahun 2017 dengan modus yang sama menjual senjata api ditangkap Resmob Polda Metro Jaya,” ucap Hengki.

Meski begitu, Hengki mengaku belum bisa membeberkan lebih jauh terkait identitas tersangka. Hal ini lantaran penyelidikan masih terus berkembang sehingga ditakutkan pelaku lainnya melarikan diri.

“Mungkin tidak semua bisa kami jawab karena sifatnya masih pengembangan. Kalau identitas dan modus kami sampaikan, nanti yang belum kami tangkap hilang semua,” jelasnya.

Sebelumnya, sosok R ditelusuri ketika didapati temuan senjata api dalam penggerebekan dan penangkapan terduga teroris berinisial DE di Bekasi terus diselidiki. Terbaru, polisi berhasil mendapatkan keterangan sosok di balik penjualan senpi untuk Pegawai PT Kereta Api Indonesia (KAI) tersebut.

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menjelaskan, semua senpi ilegal DE didapat dari wilayah Garut dan Sumedang. Hal itu dibenarkan Juru Bicara (Jubir) Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Pol Aswin Siregar.

“Dalam pengembangan dan penyidikan intensif dari petugas Densus 88,” ujar dia, dikutip pada Minggu, 20 Agustus 2023.

“Keterangan dari DE, pemasok senjata FNC dan pistol pendek combat C2 Pindad adalah R alias B. Senjata-senjata tersebut dibeli di Tambun Utara, Bekasi ,” katanya lagi. ***