Meski terdengar kurang familiar, istilah inklusi keuangan sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, lho. Simak artikel ini untuk mengenal inklusi keuangan.

Mulai dari belanja, tarik tunai di ATM, sampai layanan kredit merupakan beberapa bagian dari inklusi keuangan. 

Inklusi keuangan merupakan salah satu hal yang dibahas dalam acara OECD-OJK Conference on Financial Inclusion, Financial Consumer Protection and Financial Literacy in the Asia-Pacific pada awal Desember 2021 lalu. 

Lalu, sebenarnya apa itu inklusi keuangan? Simak informasinya di bawah ini, ya.

Definisi Inklusi Keuangan

Saat ini, masih banyak masyarakat Indonesia yang tergolong unbankable atau belum memiliki keleluasaan akses jasa keuangan Indonesia, seperti masyarakat yang berasal dari pelosok daerah. 

Bahkan, tak sedikit kepala keluarga di pelosok daerah yang belum memiliki rekening tabungan sama sekali akibat tidak tersedianya kantor cabang maupun mesin ATM di daerah tempat tinggalnya.

Nah, disinilah pentingnya inklusi keuangan.

Menurut World Bank (bank dunia), inklusi keuangan adalah hak setiap individu untuk mendapatkan akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan yang bermanfaat dan terjangkau dalam memenuhi kebutuhan masyarakat maupun usahanya. 

Hal-hal yang termasuk di dalamnya berupa transaksi, pembayaran, tabungan, kredit, dan asuransi. 

Pada dasarnya, inklusi keuangan mengacu pada jumlah orang yang menjadi nasabah jasa keuangan. 

Jasa keuangan yang dimaksud meliputi semua jenis layanan perbankan maupun asuransi

Inklusi keuangan diharapkan dapat mengurangi jumlah masyarakat unbanked. Karena akses keuangan merupakan hak dasar bagi seluruh masyarakat Indonesia dan berperan penting dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat. 

Manfaat Inklusi Keuangan

Menurut World Bank, peningkatan inklusi ekonomi satu persen saja dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 0,03 persen, lho.

Tak hanya itu, inklusi keuangan berefek pada penciptaan lapangan pekerjaan, penurunan tingkat kemiskinan, hingga meminimalisir kesenjangan sosial.

Dan tentu saja, ada pula manfaat inklusi ekonomi bagi negara. 

Apa saja, ya, kira-kira?

Setidaknya ada 7 manfaat inklusi keuangan bagi negara, di antaranya:

  • Mendukung efisiensi ekonomi
  • Mengurangi shadow banking atau irresponsible finance
  • Mendukung ekspansi pasar keuangan
  • Menyumbangkan potensi pasar baru bagi perbankan
  • Meningkatkan Human Development Index (HDI) Indonesia
  • Berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional secara kontinu
  • Mengurangi kesenjangan dan rigiditas low income trap sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang kemudian dapat berujung pada penurunan tingkat kemiskinan. 

 

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), inklusi keuangan memiliki tiga peran penting bagi perekonomian negara, di antaranya:

  • Meningkatkan kesejahteraan masyarakat,
  • Mendorong proses pemulihan ekonomi nasional, dan
  • Mendukung daya tahan ekonomi masyarakat dalam kondisi apapun.

Tujuan Inklusi Keuangan

Tujuan utama dari inklusi keuangan adalah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dengan mengurangi ketimpangan ekonomi. 

Hal ini dapat diimplementasikan melalui peningkatan dan pemerataan akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan. 

Sehingga, diharapkan tidak hanya masyarakat di daerah tertentu saja yang dapat menjangkaunya, tetapi masyarakat seluruh penjuru negeri juga harus mendapatkan akses yang sama. 

Meningkatkan Inklusi Keuangan Dengan Fintech 

Di era serba digital, tak sedikit inovasi yang bermunculan, termasuk dalam bidang financial technology (fintech) yang turut berkontribusi meningkatkan inklusi keuangan dalam negeri.

Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, penetrasi internet tanah air telah mencapai 51,8 persen. 

Dari jumlah tersebut, mayoritas berada pada usia produktif, yaitu 25 – 24 tahun. Selanjutnya, 47,6 persen masyarakat Indonesia telah menggunakan smartphone untuk mengakses internet untuk berbagai kebutuhan, salah satunya transaksi jual-beli.

Tak heran jika industri fintech dinilai cukup menjanjikan. Pasalnya, kebutuhan kamu akan jasa keuangan pun akan semakin dipermudah dengan hadirnya fintech. 

Saat ini, segala kebutuhan finansial baik pribadi hingga bisnis dapat dengan mudah terselesaikan melalui inovasi KoinWorks.

Sebagai Super Financial App, KoinWorks menyediakan berbagai layanan interfacing sebagai penghubung pihak yang ingin melakukan kegiatan finansial. Misalnya, dalam layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi maupun produk finansial lainnya.

Layanan tersebut dinamai KoinP2P oleh KoinWorks. Di mana pebisnis UMKM dapat mengajukan peminjaman dana untuk keperluan bisnisnya pada investor dengan KoinWorks sebagai perantaranya.

Selain itu, tak berbeda jauh dengan KoinP2P, adapun produk KoinRobo. Perbedaannya, di KoinRobo investor dapat memaksimalkan pengembalian dana sesuai jangka waktu yang dikehendakinya. 

Terdapat pula fitur RoboLending yang akan secara otomatis mendiversifikasikan penyaluran dana investor untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih maksimal. 


Simulasi Pendanaan KoinWorks


Ketahui profil risiko investasi Anda




Profil Risiko

Berdasarkan hasil profiling kami, maka risiko investasi yang cocok untuk Anda adalah dengan imbal hasil hingga .

Jumlah dan Jangka Waktu Investasi

Masukkan jumlah dan jangka waktu pendanaan untuk mensimulasikan diversifikasi dan imbal hasil yang akan kamu dapat.





Rekomendasi Diversifikasi

Dengan modal awal Rp dan tambahan Rp tiap bulan, maka rekomendasi diversifikasimu adalah sebagai berikut:

Dengan imbal hasil sebesar per tahun, setelah tahun maka perkiraan pengembalian uangmu adalah sebagai berikut

Rp,-

Mulai Mendanai

Mulai lakukan pendanaan di aplikasi KoinWorks sekarang dan dapatkan gratis KOIN (dana percobaan) sebesar Rp350.000,- untuk Anda gunakan di KoinP2P

Install Aplikasi KoinWorks




Artikel ini bersumber dari koinworks.com.