2 menit

Joop Ave adalah Menteri Pariwisata era Orde Baru yang sempat dikaitkan sebagai LGBT. Benarkah hal tersebut? Simak fakta aslinya lewat artikel berikut ini!

Sahabat 99, pada tahun 2016 silam, Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla sempat berujar tentang adanya menteri di Indonesia yang memiliki orientasi seksual sesama jenis alias gay.

“Kalau diingat di Indonesia dulu ada menteri (LGBT) dan dia masih menteri meski publik tahu tentang dia,” ucap Jusuf Kalla, mengutip dari Coconuts Jakarta lewat Insertlive.com.

Dugaan tersebut, berdasarkan pemberitaan terdahulu, ternyata mengacu kepada Joop Ave.

Ia adalah Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi Indonesia periode 1993 – 1998 Kabinet Pembangunan VI pimpinan Presiden Soeharto.

Masih dilansir dari Insertlive.com, Jusuf Kalla menyampaikan hal tersebut dalam konteks membandingkan Indonesia dengan Malaysia yang mempidanakan kaum LGBT.

Bukan tanpa alasan, ada beberapa faktor yang membuat nama Joop Ave erat dikaitkan dengan LGBT.

Simak penjelasannya di bawah ini!

Alasan Kenapa Joop Ave Dikaitkan dengan Kalangan LGBT

joop ave

voaindonesia.com

Kabar terkait Joop Ave yang kerap dikaitkan sebagai kalangan LGBT, berhembus kencang pada dekade 1990-an.

April 1995, media-media di Indonesia ramai memberitakan tentang skandal seksual Joop Ave.

Kabar yang beredar, ia dituduh melecehkan pelayan laki-laki bagian room service di Carlton Hotel, Auckland, Selandia Baru.

Tak lama dari kejadian itu, ia dipulangkan ke Jakarta.

Presiden Soeharto diketahui sampai turun tangan dengan cara meminta media untuk berhenti meributkannya.

Selain isu seputar skandal barusan, Joop Ave juga diketahui tidak menikah sepanjang hidupnya.

Meski pernikahan adalah pilihan, tetapi banyak orang kemudian mempertanyakan orientasi seksualnya.

Padahal jika dilihat, Joop Ave sendiri memiliki segudang prestasi yang tak boleh kita lupakan.

Fakta dan Prestasi Joop Ave yang Tak Boleh Dilupakan

joop ave

tribunnews.com

Joop Ave adalah pria asli Indonesia yang lahir di Yogyakarta, 5 Desember 1934.

Ia diketahui memiliki keturunan darah Belanda.

Joop pernah hidup susah di bawah masa kepenjajahan Jepang.

Hal itu ditambah dengan ayahnya yang meninggal tahun 1946, sehingga sang ibu mesti menjadi orang tua tunggal.

Kondisi tersebut tak membuat Joop muda putus asa.

Ia dikenal berprestasi dan menguasai empat bahasa asing yakni Inggris, Belanda, Jerman, dan Prancis.

Joop menempuh pendidikan di Foreign Service Academy, Bangladesh pada tahun 1957.

Ia pun pernah belajar di Universitas Filipina, Manila, tetapi tidak sampai tamat.

Joop sempat menjadi penyiar RRI untuk siaran Bahasa Prancis, sebelum kemudian bekerja di Departemen Luar Negeri.

Kariernya lantas melonjak hingga didaulat menjadi konsul RI untuk Amerika Serikat di New York.

Joop lantas menjadi kepala rumah tangga kepresidenan di awal-awal masa pemerintahan Soeharto.

Soeharto beserta istrinya, Bu Tien, diketahui dekat dengan Joop karena ia mampu mengatur protokoler keluarga presiden secara mumpuni.

Prestasi tersebut tak berhenti, Joop kemudian didaulat menjadi Dirjen Pariwisata.

Ia gencar mempromosikan sektor pariwisata Indonesia, salah satunya menggagas kampanye internasional Visit Indonesia Year 1991.

Kampanye tersebut kini diganti dan dikenal dengan nama Wonderful Indonesia.

Barulah di puncak kariernya, Joop menjadi Menteri Pariwisata pada periode 1993-1998, periode terakhir Soeharto menjabat sebagai presiden hingga kemudian lengser.

***

Semoga bermanfaat, Sahabat 99.

Simak informasi menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Tak lupa, penuhi segala kebutuhan properti hanya di www.99.co/id dan rumah123.com karena kami selalu #AdaBuatKamu.

Yuk, temukan dari sekarang!

**Sumber: Merdeka.com, Tirto.id, Insertlive.com

Artikel ini bersumber dari www.99.co.