redaksiharian.com – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) membeberkan, bahwa pihaknya sedang memproses proposal perpanjangan kontrak untuk Proyek Kilang LNG Tangguh oleh perusahaan asal Inggris BP. Adapun LNG Tangguh sendiri mencakup Wilayah Kerja (WK) Wiriagar, Berau dan Muturi.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menilai untuk perpanjangan kontrak blok migas, pemerintah paling tidak harus melakukan review terlebih dahulu. Terutama dengan berbagai macam pertimbangan.

“Sedang proses, tentu ada yang mesti dipertimbangkan dan di-review dari usulan itu,” kata dia saat ditemui di Nusa Dua Bali, Rabu (23/11/2022).

Meski masih berproses, Dwi menilai bahwa kinerja BP selama ini cukup bagus. Sehingga ia optimistis bahwa pemerintah bakal memberikan yang terbaik untuk keberlangsungan bisnis perusahaan.

“Kalau dilihat BP kan itu kinerjanya bagus selama 20 tahun lebih, sehingga saya kira pemerintah pasti akan memperhatikan performance yang lewat dan tentu rencana ke depan,” ujarnya.

Untuk diketahui, Proyek LNG Tangguh adalah proyek produksi dan penjualan LNG yang telah direalisasikan dalam bentuk joint ventures antara BP sebagai operator, pemerintah Indonesia, kontraktor, dan, khususnya masyarakat lokal Papua Barat. Proyek ini menghasilkan LNG dari ladang gas Wiriagar, Berau, dan Muturi, di Teluk Bintuni, Papua Barat dengan luas 5.966,9 km2.

Produksi Gas Bumi Rata-rata Lapangan Tangguh tahun 2021 sebesar 1.312 MMSCFD, dan status per 14 Juni 2022 sebesar 1.162 MMSCFD. Produksi LNG dimulai pada Juni 2009, dan kargo LNG pertama dikirim pada Juli 2009. Proyek LNG Tangguh menghasilkan 7,6 juta ton LNG setiap tahunnya melalui Train 1 dan 2

Saat ini sedang dikembangkan proyek Train 3, dengan estimasi nilai investasi sebesar US$ 8,9 miliar dan akan menghasilkan 3,8 juta ton LNG per tahun. Hasil produksi Train 3 akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan gas domestik termasuk untuk pembangkit listrik PT PLN (Persero).

Dalam catatan SKK Migas, pengembangan Kilang LNG Tangguh Train 3 ini dimulai sejak tahun 2016 dan mengalami banyak tantangan yang utamanya diakibatkan Covid-19. Namun demikian, SKK Migas memastikan proyek Tangguh Train 3 bakal rampung pada kuartal I-2023.