redaksiharian.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Hadi Tjahjanto mengajak serta mendorong anggota Tim Koordinasi Penataan Ruang (TKPR) Jabodetabekpunjur termasuk kementerian yang dipimpinnya untuk mempercepat penyelesaian isu-isu strategis di kawasan tersebut.

Hadi Tjahjanto yang juga Ketua Tim Koordinasi Penataan Ruang (TKPR) Jabodetabekpunjur(Jakarta, Bogor, Fepok, Tangerang, BekasiCianjur) , melalui sambutannya dalam Rapat Koordinasi TKPR Jabodetabekpunjur yang digelar di Jakarta, Rabu, memberikan tiga catatan terkait hal tersebut, pertama langkah kolaboratif seluruh pemangku kepentingan untuk menyelesaikan isu-isu strategis secara tuntas melalui rencana aksi untuk tiap-tiap isu strategis.

Kedua, terkait kebutuhan pembiayaan untuk menjawab shopping list pada rencana aksi untuk tiap-tiap isu strategis tersebutperlu disediakan alternatif dan inovasi pembiayaannya.

Terakhir yaknisinergitas dan sinkronisasi investasi dan intervensi baik di tingkat pusat dan daerah adalah suatu prasyarat mutlak untukpenyelesaian isu-isu strategis yang bersifat tuntas dan menyeluruh.

“Marilah kita kuatkan dan teguhkan tekad serta itikad kita untuk mempercepat penyelesaian isu-isu strategis di Kawasan Perkotaan Jabodetabekpunjur,” paparnya.

Sebagai upaya kolaboratif, Hadi mengajak para stakeholders yang berkaitan dengan masing-masing isu-isu strategis agar dapat meninjau ke lapangan sehingga dapat segera mengimplementasikan aksi atau langkah nyata untuk selanjutnya.

Kawasan perkotaan Jabodetabekpunjur memiliki beberapa isu strategis utama yangmagnitudonya semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan metropolitan itusendiri.

Isu strategis yang dimaksud antara lain, banjir, transportasi dan kemacetan, persampahan dan sanitasi, permukiman kumuh, pengembangan wilayah, pesisir dan pantai utara, mitigasi bencana dan penataan kawasan hulu, serta penyediaan air baku dan air minum.