redaksiharian.com – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah berharap resesi global pada tahun depan tidak berdampak terhadap sektor ketenagakerjaan.

“Kondisi kita kini sudah membaik, tetapi permasaahan lain muncul termasuk ancaman resesi global yang nauzubillahiminzalik, mudah-mudahan tidak terdampak sektor ketenagakerjaan. Seperti yang selalu kita hindari pemutusan hubungan kerja secara massal,” katanya dalam sambutan penutupan Festival Job Fair dan Vokasi, di Jakarta, Minggu (30/10/2022).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran terbuka per Februari 2022 mencapai 8,4 juta orang dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 5,83 persen.

Menaker mengatakan saat ini Indonesia dihadapkan pada penambahan jumlah angkatan kerja baru sekitar 4,2 juta orang setiap tahun dampak dari bonus demografi.

“Saat ini, kita juga sedang menghadapi revolusi industri yang melahirkan otomasi dan disrupsi di berbagai bidang, serta secara sangat signifikan mengubah lanskap pasar kerja di Indonesia,” ucap Menaker.

Akibat disrupsi tersebut lanjut Menaker, banyak pekerjaan-pekerjaan yang hilang di satu sisi. Tapi di sisi lain, lebih banyak pekerjaan-pekerjaan baru yang tumbuh.

“Inilah yang kita sebut sebagai future jobs, atau pekerjaan-pekerjaan masa depan,” ujarnya.

Untuk menjawab tantangan dan peluang ke depan, Menaker menyebut kuncinya adalah peningkatan sumber daya manusia, termasuk kompetensi dan daya saing tenaga kerja.

Hal ini selaras dengan kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menempatkan pembangunan SDM menjadi prioritas pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam RPJMN tahun 2020-2024.

“Dalam konteks ini pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi menjadi solusi untuk meningkaan daya saing angkatan kerja dan mengurangi angka pengangguran,” pungkasnya.