redaksiharian.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan pembangunan infrastruktur di Banyumas Raya harus terkoneksi agar dapat semakin memantik pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut.

“Ya, sebenarnya kan kita membangun kawasan di Banyumas Raya itu sudah cukup lama, maka kenapa kemudian infrastrukturnya mesti terkoneksi, tapi belum tuntas,” katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu.

Ganjar mengatakan hal itu kepada wartawan usai menjadi pembicara kunci pada acara seminar dalam rangkaian kegiatan Muktamar Ke-41 Al Irsyad Al Islamiyyah, yang diselenggarakan di Purwokerto, 22-25 November 2022.

Wilayah Banyumas Raya meliputi lima kabupaten yakni Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen.

Ganjarpun mencontohkan perjuangan untuk mengembangkan Bandara Jenderal Besar Soedirman di Kabupaten Purbalingga yang dilakukan sejak dulu, namun baru berhasil saat sekarang.

“Itulah yang kita harapkan nanti menjadi trigger pertumbuhan ekonomi di sekitar Banyumas Raya. Saya kira beberapa bupati yang pernah bertemu sudah sepakat untuk mengembangkan (bandara) itu,” ujarnya.

Kendati demikian, Ganjar mengakui gempuran pandemi COVID-19 menjadi problem yang membuat masyarakat harus bangkit lagi.

Oleh karena itu, kata dia, infrastruktur yang sudah disiapkan tersebut harapannya nanti akan memperlancar roda ekonomi yang ada di sekitar Banyumas Raya.

“Sekarang tinggal kita mengisi kegiatan, meng-create event. Kalau event-nya banyak orang akan datang, tapi kalau menunggu mereka datang sendiri, membuat kegiatan sendiri-sendiri, ya enggak akan jalan,” katanya.

Oleh karena itulah, kata Ganjar, tugas pemerintah untuk memberikan insentif-insentif dan program-program agar menjadi stimulan gerakan ekonomi, sosial, dan budaya dari infrastruktur yang telah ada itu.

Dalam hal ini, infrastruktur yang bagus tidak hanya mendukung perekonomian dan pariwisata juga sektor-sektor lainnya.

“Semua, kalau infrastrukturnya bagus, ya bagus. Itu kalau jalannya buruk ya misuh-misuh (marah-marah),” kata Ganjar.